Now Playing Tracks

Allah mempertemukan untuk satu alasan. Entah untuk belajar atau mengajarkan. Entah hanya untuk sesaat atau untuk selamanya. Entah akan menjadi bagian terpenting atau hanya sekedarnya. Akan tetapi, tetaplah menjadi yang terbaik diwaktu tersebut. Lakukan dengan tulus. Meski tidak menjadi seperti apa yang diinginkan. Tidak ada yang sia-sia karena Allah yang mempertemukan.

Heart: he is nice.
Brain: he will leave you as soon as he feels bored with you.

Me : No, I’m not like that. And it is not a promise, just my character and the way my heart beat when you’re around.

But I love the football that brings people together across religious divides, geographic divides, political divides. I love the fact that for ninety minutes in a rectangular piece of grass, people can forget hopefully, whatever might be going on in their life, rejoice in this communal celebration of humanity. The biggest diverse, invasive or pervasive culture that human kinds knows is football and I love the fact that at the altar of football human kind can come worship and celebrate. x

(Source: secretariats)

We make Tumblr themes